Karangan Prof. DRH. Rachmat Syafe'i, M.A. Meengenai Tingkah Laku yang tercela.
Sebuah Hadits
"Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW. bersabda, " Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka itu sedusta-dusta cerita (berita) ; jangan menyelidiki; jangan memata-matai (mengamati) hal orang lain; jangan tawar-menwar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut menghasut; jangan benci membenci; jangan belakang membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara."
(Dikeluarkan oleh Bukhari dalam (78) kitab "Al-Adab" 9620 bab: "Hijrah dan sabda Rasulullah SAW., 'Tidak di halalkan bagi seorang laki-laki (seseorang) menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari).
Penjelasan Singkat.
Dalam hadits di atas terdapat beberapa bahasan yang akan dijelaskan
1. Larangan buruk sangka
Buruk sangka adalah menyangka seseorang berbuat kejelekan atau menganggap jelek tanpa adanya sebab-sebab yang jelas yang memperkuat sangkaannya. Perbuatan seperti itu sangat dilarangan oleh Allah SWT. orang yang melakukannya berarti telah berbuat dosa sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an
Apa lagi kalau beruk sangka tersebut terhadap masalah-masalah aqidah yang harus diyakini apa adanya. Buruk sangka dalam masalah ini adalah haram. Sebaliknya, berburuk sangka terhadap masalah-masalah kehidupan agar memiliki semangat untuk menyelidiki, adalah dibolehkan.
"dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki". (Q.S Al-Falaq: 5)
Harus diakui bahwa sifat hasad pasti dimiliki oleh setiap orang karena berasal dari nafsu. akan tetapi, setiap orang harus berusaha agar sifat tersebut hilang dari dirinya, meskipun hanya sebatas dalam hati. Jika sifat hasad diberikan terus dan tidak usaha untuk menghilangkannya, tidak mustahil sifat ini akan meningkat menjadi sifat zalim (aniaya), yakni berusaha untuk melenyapkan apa-apa yang dimiliki orang lain dengan berbagai cara.
Salah satu cara agar sifat hasud dapat hilang dari hati seseorang mukmin adalah dengan banyak bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikan kepadanya, serta jangan sering melihat kepada orang-orang yang berada di atas dirinya dalam hal kekayaan atau kedudukan, tetapi lihatlah kebawah kepada orang-orang yang lebih rendah derajatnya. Dengan demikian, ia akan menjadi orang yang kaya hatinya. Sikap itulah sebenarnya yang dimaksud orang yang paling kaya dalam islam
Sebuah Hadits
"Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW. bersabda, " Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka itu sedusta-dusta cerita (berita) ; jangan menyelidiki; jangan memata-matai (mengamati) hal orang lain; jangan tawar-menwar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut menghasut; jangan benci membenci; jangan belakang membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara."
(Dikeluarkan oleh Bukhari dalam (78) kitab "Al-Adab" 9620 bab: "Hijrah dan sabda Rasulullah SAW., 'Tidak di halalkan bagi seorang laki-laki (seseorang) menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari).
Penjelasan Singkat.
Dalam hadits di atas terdapat beberapa bahasan yang akan dijelaskan
1. Larangan buruk sangka
Buruk sangka adalah menyangka seseorang berbuat kejelekan atau menganggap jelek tanpa adanya sebab-sebab yang jelas yang memperkuat sangkaannya. Perbuatan seperti itu sangat dilarangan oleh Allah SWT. orang yang melakukannya berarti telah berbuat dosa sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur'an
![]() |
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(Q.S Al-Hujurat)
Buruk sangka yang dinyatakan oleh Nabi SAW. sebagai sedusta-dustanya ucapan. Orang yang telah berburuk sangka terhadap orang lain berarti telah menganggap jelek kepadanya padahal ia tidak memiliki dasar sama sekali. Buruk sangka biasanya berasal dari diri sendiri. Hal itu sanga berbahaya karena akan mengganggu hubungannya dengan orang yang di tuduh jelek, padahal belum tentu sangka sangat berbahaya, bahkan sebagian Ulama berpendapat bahwa buruk sangka lebih berbahaya daripada berbohong.
2. Larangan menyelidiki dan memata-matai orang lain
Larangan memata-matai di sini adalah menyelidiki atau memata-matai kekurangan dan aib orang lain, baik melalui pendengarannya maupun sengaja menyelidikinya, selain orang itu sendiri dan Allah SWT. cukuplah mengetahui orang lain dari hal-hal yang zahir saja dan orang bersangkutan yang mengetahui.
namun demikian, dibolehkan menyekidiki orang lain demi kemaslahatan masyarakat. Misalnya, menyelidiki dan memata-matai orang orang yang akan mencuri atau membunuh orang lain. Perbuatan seperti itu diperbolehkan dan hukumnya tidak haram. Bahkan, menyelediki orang yang jelas-jelas akan berbuat jahat berarti telah membantu menyelematkan orang lain dari bahaya yang akan menimpnya.
3. Larangan menawar untuk menjerumuskan orang lain
Maksudnya adalah menawar untuk membeli suatu barang, tetapi bukan untuk membeli barang, melainkan agar orang lain yang melihatnya bersedia untuk membeli barang tersebut. Biasanya antara penjual dan orang yang menawar telah ada perjanjian sebelumnya atau penawar tersebut adalah sahabatnya.
Tawaran yang diberikan kepada penjual biasanya cukup tinggi, padahal kualitas barangnya jelek. Akan tetapi, dengan tipu dayanya, orang lain merasa tertarik sehingga mau membeli barang tersebut. Akibatnya orang yang membeli barang tersebut akan merugi karena telah tertipu membeli barang jelek dengan harga yang mahal.
4. Larangan hasud
Arti hasud secara umum adalah iri hati, yakni menginginkan agar kemuliaan dan kesenengan yang sedang dimiliki orang lain lenyap, baik berupa maupun yang lainnya. Perbuatna seperti itu sangat tercela dan bertentangan dengan prinsip-prisnsip islam yang menekankan rasa persaudaraan antar sesama muslim hingga harus saling menolong dsan saling menjaga.
![]() |
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S An-Nisa' 32)
Allah juga menyuruh ummat-Nya untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan orang-orang yang suka hasad:
Harus diakui bahwa sifat hasad pasti dimiliki oleh setiap orang karena berasal dari nafsu. akan tetapi, setiap orang harus berusaha agar sifat tersebut hilang dari dirinya, meskipun hanya sebatas dalam hati. Jika sifat hasad diberikan terus dan tidak usaha untuk menghilangkannya, tidak mustahil sifat ini akan meningkat menjadi sifat zalim (aniaya), yakni berusaha untuk melenyapkan apa-apa yang dimiliki orang lain dengan berbagai cara.
Salah satu cara agar sifat hasud dapat hilang dari hati seseorang mukmin adalah dengan banyak bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikan kepadanya, serta jangan sering melihat kepada orang-orang yang berada di atas dirinya dalam hal kekayaan atau kedudukan, tetapi lihatlah kebawah kepada orang-orang yang lebih rendah derajatnya. Dengan demikian, ia akan menjadi orang yang kaya hatinya. Sikap itulah sebenarnya yang dimaksud orang yang paling kaya dalam islam


Tidak ada komentar:
Posting Komentar